

KABUPATEN TANGERANG — Dakwah tidak selalu identik dengan ceramah di atas mimbar. Bagi Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa, KH. Nur Rohman, S.S., M.H., dakwah yang paling berdampak adalah dakwah yang diwujudkan lewat aksi nyata di tengah masyarakat.
Prinsip inilah yang kembali ditegaskan dalam pengajian rutin bertajuk Majlis Gubah Rasulullah yang digelar pada Minggu malam, 9 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi salah satu bentuk kepedulian keagamaan terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar.
Sinergi Tokoh Agama dan Organisasi Sosial
Pengajian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Majlis Gubah Rasulullah, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI), dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Tangerang. Sinergi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa dakwah keagamaan dapat berjalan beriringan dengan gerakan sosial kemasyarakatan.
Sejumlah tokoh turut hadir dan memberikan dukungan dalam acara ini, di antaranya:
- KH. Nur Rohman, S.S., M.H. — Pengasuh Ponpes Technopreneur As Shofa
- Karjoni, S.E. — Ketua DPD SWI Kabupaten Tangerang
- Imam Suwandi, M.I.Kom. — Dewan Pembina DPD SWI Kabupaten Tangerang
- Gus Ragil — Ketua Sekhermania Tangerang
- KH M. Ma’ruf Irsyad El-Quds — perwakilan LDNU Kabupaten Tangerang
Dakwah yang Diwujudkan, Bukan Sekadar Diucapkan
Dalam sambutannya, KH. Nur Rohman menyampaikan pesan yang menjadi inti dari kegiatan ini, bahwa dampak dakwah akan jauh lebih terasa apabila disertai tindakan nyata, bukan hanya sebatas teori yang disampaikan di ruang pengajian.
Beliau juga mengingatkan jemaah bahwa ilmu agama yang dipelajari akan kehilangan maknanya apabila tidak pernah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek keilmuan dan aspek pengamalan dalam kehidupan beragama.
Menurutnya, setiap muslim pada dasarnya telah dianugerahi keimanan sejak lahir. Namun keimanan tersebut baru akan membawa manfaat optimal apabila dibarengi dengan keyakinan yang kokoh — dan keyakinan itu sendiri hanya dapat dibangun melalui proses menuntut ilmu, meningkatkan ketakwaan, serta konsisten (istikamah) dalam beribadah.
Sedekah Beras, Wujud Kepedulian Setiap Malam Senin
Salah satu program unggulan Majlis Gubah Rasulullah adalah agenda rutin belajar dan praktik sedekah yang dilaksanakan setiap malam Senin. Fokus utama kegiatan ini adalah pembagian beras kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap ketahanan pangan keluarga di lingkungan sekitar.
Melalui program ini, jemaah diajak untuk tidak hanya memahami nilai sedekah secara teori, tetapi juga merasakan langsung dampaknya bagi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Amalan Harian IS-WTDS, Panduan Ibadah Sehari-hari
Selain kegiatan mingguan berupa zikir, sholawat, pengajian, aksi sedekah, dan silaturahmi, Majlis Gubah Rasulullah juga mendorong jemaahnya untuk konsisten menjalankan amalan harian yang dikenal dengan istilah IS-WTDS, yaitu:
| No | Amalan | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Istigfar | Memohon ampunan kepada Allah SWT |
| 2 | Sholawat | Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW |
| 3 | Waqi’ah | Membaca Surat Al-Waqi’ah |
| 4 | Tahajud | Melaksanakan sholat malam |
| 5 | Dhuha | Melaksanakan sholat Dhuha |
| 6 | Sedekah | Bersedekah setiap pagi hari |
Rangkaian amalan ini disusun sebagai panduan praktis agar jemaah dapat menjaga kedekatan dengan Allah SWT dalam aktivitas harian, tanpa harus menunggu momen pengajian besar.
Harapan di Balik Gerakan Dakwah Berbasis Aksi
Melalui rangkaian kegiatan zikir, sholawat, pengajian, aksi sedekah, dan amalan harian IS-WTDS ini, Majlis Gubah Rasulullah berharap masyarakat senantiasa berada dalam ridho dan perlindungan Allah SWT, mendapat keberkahan dalam setiap langkah kehidupan, serta kelak diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.
Kegiatan yang digagas KH. Nur Rohman ini menjadi contoh nyata bagaimana dakwah dan gerakan sosial dapat berjalan seiring, memberi manfaat spiritual sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

Leave a Reply