Berita

Ponpes Technopreneur As-Shofa dan Qudwah Indonesia Teken MoU, Awali Kolaborasi Pemberdayaan Santri di Era Digital

Tangerang, 8 Oktober 2026 – Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Qudwah Indonesia Internasional (Qudwah Indonesia) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa, Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 8 Oktober 2026. MoU ditandatangani oleh Ustadz Muhammad Muzaqi Fuat, Lc., S.H., Kepala Sekolah SMP dan SMA Technopreneur As-Shofa, dan Bapak Erwan Zaenal, Direktur Program Qudwah Indonesia. Penandatanganan disaksikan langsung oleh KH. Nur Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa, dan Bapak Lukman Hakim, Presiden Direktur Qudwah Indonesia.

Kerja sama ini diawali dengan Program Magang Santri Digital Marketing, dan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi kedua lembaga di berbagai bidang ke depan. Turut hadir dari As-Shofa Bapak Yanto Kartono selaku Penasihat Pendidikan dan Kang Said selaku Pelaksana Teknis Kegiatan Pelatihan. Rombongan Qudwah Indonesia juga terdiri dari Bapak Ibnu Hafidz selaku Manager Program, Bapak Andriyono selaku Staf Digital Marketing, dan Bapak Andromeda Gilang Pratama selaku Staf Dokumentasi.

Langkah awal sebuah kolaborasi

Melalui MoU ini, santri As-Shofa akan mengikuti magang digital marketing selama dua minggu bersama tim Qudwah Indonesia. Santri mendapatkan pendampingan mentor, tugas praktik langsung, monitoring dan evaluasi, hingga sertifikat di akhir program. Pesantren berperan menyeleksi santri, memastikan izin wali, serta menjaga pembinaan akhlak dan kedisiplinan santri selama magang.

Meski diawali dengan program pelatihan, kedua pihak sepakat bahwa MoU ini bukan kerja sama sekali jalan. Penandatanganan hari ini dipandang sebagai fondasi untuk menghadirkan program-program bersama yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Santri As-Shofa tidak hanya belajar teori. Mereka diwajibkan menjalankan usaha sendiri, mulai dari budidaya hingga pemasaran online. Pengalaman magang di Qudwah Indonesia akan sangat memperkuat kemampuan itu,” kata Ustadz Muzaqi Fuat, Kepala Sekolah SMP dan SMA Technopreneur As-Shofa.

Selaras dengan kurikulum As-Shofa

Kerja sama ini sejalan dengan kurikulum Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa yang bertumpu pada empat pilar. Pada pilar Al-Qur’an, setiap santri SMP hingga SMA wajib menghafal minimal 10 juz. Untuk kitab kuning, pesantren menggunakan metode khas Kitab Al-Wajiz jilid 1 sampai 6 yang wajib dituntaskan setiap santri. Santri juga dibekali bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk kebutuhan global, serta program digital berupa kewirausahaan Integrated Farming dan digital marketing.

“Secara garis besar, Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa memiliki empat program utama, yaitu Al-Qur’an, Kitab Kuning, Teknologi, dan Bahasa. Keempatnya didukung pelatihan keterampilan yang dipraktikkan langsung di lapangan. Dari program inilah lahir sebutan Gus Iwan: santri yang bagus, pinter ngaji, dan usahawan. Kami ingin mencetak santri yang bagus akhlaknya, pinter ngajinya, dan memiliki keterampilan wirausaha yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar KH. Nur Rohman, Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa.

Peluang kerja sama ke depan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membuka sejumlah peluang kolaborasi lanjutan, antara lain:

  1. Mitra program di wilayah Banten. As-Shofa sebagai titik pelaksanaan dan penyaluran program Qudwah Indonesia di Tangerang dan sekitarnya, seperti program Ramadhan, qurban, santunan, dan beasiswa santri.
  2. Wakaf dan sedekah produktif berbasis Integrated Farming. Pengelolaan budidaya ikan, ternak, sayur, dan tanaman hias di lingkungan pesantren yang hasilnya dapat dilaporkan secara terbuka kepada para donatur.
  3. Tim konten santri. Santri lulusan magang berkontribusi dalam produksi konten kampanye dan dakwah digital.
  4. Magang berkelanjutan. Program magang yang berjalan rutin bagi setiap angkatan santri.
  5. Kegiatan bersama. Kolaborasi dalam acara pesantren, termasuk Swindu As-Shofa 2026.

Menuju Swindu As-Shofa 2026

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Swindu (8 tahun) Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa yang akan digelar pada 13–15 November 2026 dengan tema “Berakar Tradisi, Bertumbuh Teknologi, Berbuah untuk Negeri”. Rangkaian acara meliputi bazar, lomba paskibra dan lomba keislaman tingkat SD, festival banjari, tabligh akbar bersama Fatayat NU, serta seminar nasional yang akan menjadi momen launching program Integrated Farming As-Shofa.

“Qudwah Indonesia sangat tertarik dengan program ini. Pemberdayaan santri di pondok pesantren dengan model seperti ini adalah program baru, dan akan menjadi portofolio yang baik bagi Qudwah Indonesia. Program ini harus terus dikembangkan dan didukung site plan yang utuh dan matang, sehingga memiliki nilai jual dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Lukman Hakim, Presiden Direktur Qudwah Indonesia.

Tentang Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa

Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa di Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, menyelenggarakan pendidikan SMP dan SMA Technopreneur As-Shofa yang memadukan Al-Qur’an, kitab kuning, bahasa, dan kewirausahaan digital. Informasi pendaftaran tersedia di asshofa.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *